Ambil Pasir Secara Ilegal, Mahasiswa Hukum UMM : PT. Lancar Sejati Bisa Di Pidana

Infotoday.id - Oktober 10, 2021
Ambil Pasir Secara Ilegal, Mahasiswa Hukum UMM : PT. Lancar Sejati Bisa Di Pidana
  

Infotoday.id, NTB- Mahasiswa Hukum Universitas Muhamadyah Mataram (UMM) Hendriawan mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) NTB untuk memanggil Kontraktor dari PT. Lancar Sejati, karena telah melakukan penambangan pasir secara ilegal untuk kebutuhan material dalam pelaksanaan
proyek Pelebaran jalan, Drenaise dan Dekaer yang berada di Dompu, dan Kabupaten Bima, tepatnya di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Senin (11/10/2021)

 

“Kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTB untuk segera melakukan tindakan tegas terkait aktivitas penambangan pasir ilegal oleh PT Lancar Sejati untuk material dalam peembangunan Drenaise dan Deaker dalam pelebaran jalan tersebut. Pengambilan pasir secara ilegal oleh perusahan kontruksi tersebut merupakan tindak pidana.”Jelas Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum tersebut

 

Rujukan dalam penambangan secara jelas telah diatur dalam undang-undang republik indonesia nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara

 

“Dalam undang-undang ini, ada sanksi pidana bagi pelaku yang melakukan penambangan pasir secara ilegal, apalagi perusahan PT. Lancar Sejati merupakan perusahaan kontruksi. Dalam pasal 158
Disebutkan setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).”jelas Hendriawan

Baca Berita Infotoday.id   Koramil 02/0315 Peduli Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Isolasi Mandiri

Penjabaran pasal 35, secara jelas telah diatur, penambangan pasir harus memiliki izin berusaha dari pemerintah pusat

“Pasal 35 itu secara jelas, bahwa Usaha Pertambangan dilaksanakan berdasarkan Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat. Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui pemberian. nomor induk berusaha
sertifikat standar; dan/atau izin. Izin sebagaimana dimaksud adalah Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontra atau Perjanjian, izin pertambangan Rakyat (IPR),
SIPB, Izin penugasan, Izin Pengangkutan dan Penjualan, IUJP, dan IUP untuk Penjualan.”jelas Hend sapaan akrabnya

Sementara Pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) NTB, Dahlan yang dikonfirmasi mengaku pada saat penambangan pasir oleh pekerja dari PT. Lancar Sejati irit bicara

“Mohon maaf pak. lebih jelasnya bapak sudah konfirmasi dengan pihak perusahan, dan juga bapak tau saya gak ada di lokasi (Pada saat aktivitas penambangan pasir red). pada saat itu saya bertugas di luar.”Ungkap Dahlan selaku pengawas proyek tersebut

Sebelumnya diberitakan bahwa proyek infrastruktur pelebaran jalan, Drenaise dan Deaker yang dikerjakan oleh PT. Lancar Sejati di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, diketahui menggunakan material pasir secara ilegal, Minggu (10/10/2021)

Pasir-pasir ilegal tersebut diambil dari sungai dengan menggunakan alat berat, Cobelko milik pekerja dari PT. Lancar Sejati. Para pekerja melakukan penambangan pasir secara ilegal tersebut persis disungai yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pekerjaan

Baca Berita Infotoday.id   Dandim 0317/TBK Tinjau Lokasi Sasaran TMMD ke-133 dan Berbagi Sembako

Berdasarkan pantauan media ini, Drenaise sekitar tiga ratus meter yang telah dikerjakan oleh PT Lancar Sejati tersebut menggunakan pasir hasil penambangan ilegal oleh pekerja daru PT Lancar Sejati tersebut.

Sementara Erwin selaku pelaksan ketika dijumapi dibendungan Taloko tidak berkutik ketika dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu. Ia hanya menyampaikan akan mencari sumber pasir dari lokasi lain

“Kalau ini memang gak bisa, kami akan mencari pasir ditempat lain.”Kata Erwin beberapa waktu lalu

Humas PT. Lancar Sejati Abdullah yang dikonfirmasi minggu (10/10) malam terkait dengan aktifitas penambangan ilegal pasir ilegal oleh pekerjanya mengaku belum mengetahui jika pekerja dilapangan melakukan aktifitas penambangan secara ilegal

“Saya tidak mengetahui jika ada aktifitas pengambilan pasir secara ilegal, sebab yang lebih mengetahui pelaksana tersebut adalah pelaksana dilapangan, yakni pak Erwin.”Kata Abdullah

PT. Lancar Sejati hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari pelaksana terkait material yang digunakan

Sementara Erwin selaku pelakasana dilapangan beberapa waktu lalu menghentikan aktifitas penambangan pasir ilegal di Desa Taloko tersebuthe

“Kita hentikan pengambilan pasir di Taloko kalau menjadi masalah.”Kata Erwin beberapa waktu lalu. (Suaib)

Tinggalkan Komentar