Masyarakat Natuna Pertanyakan Kasus Kawe Ranai 7,1 Milyar Lebih di Kejati Kepri

INFOTODAY.ID - Desember 10, 2021
Masyarakat Natuna Pertanyakan Kasus Kawe Ranai 7,1 Milyar Lebih di Kejati Kepri
  

NATUNA, INFOTODAY.id – Kinerja kejaksaan Tinggi Kepri dalan menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap dugaan korupsi dinilai sangat lamban. Salah satunya datang dari Kabupaten Natuna, dimana pada september 2021 lalu, kasus Kawe Natuna dengan kerugian Negara 7,188 Milyar pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Kepri, Jumat (10/12).

“Proses penegakan hukum di Kejati Kepri itu tumpul. Saya selaku pelapor kasus Kawe Ranai dengan kerugian negara 7,188 Milyar tidak pernah direspon oleh Kejati. Bahkan ketika mempertanyakan perkembangan kasus tersebut, kejati selalu menghindar.” Kata Pelapor Kasus Kawe Ranai tersebut.

Baca Berita Infotoday.id   Wali Kota Tanjungpinang Pimpin Apel Kesiapan Penanganan Bencana

Kejati, menurutnya tidaklah sulit jika serius ingin mengungkap kasus tersebut. Sebab berdasarkan audit BPK proyek Kawe Rani tersebut telah ditemukan kerugian negara

“Kasus Kawe Ranai sudah jelas temuan BPK pada tanggal 7 Mei 2014 yang mana kerugian negara mencapai 7,188 miliar,” jelas Pelapor yang meminta namanya tidak ditulis.

Baca Berita Infotoday.id   BREAKING NEWS - Bengkel Kapal di Kampung Bugis Terbakar

Ia menduga Kejati dalam mengungkap kasus korupsi di Kepri tidak berdasarkan murni penegakan hukum, melainkan ada upaya tebang pilih bahkan bisa jadi pesanan elit.

“Kami menduga Kejati dalam mengungkap kasus korupsi selalu tebang pilih bahkan ada pesanan,” ucapnya.

Terkait tudingan pelapor kasus Kawe Ranai tersebut, Kejati Kepri belum berhasil dimintai konfirmasi. (Sudirmanto)

Tinggalkan Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X