Proyek SMPN 3 Sanggar Masukan Kayu Bekas dan Lapuk, Kadisdikpora Bakal Panggil PPK Hingga Kontraktor

Infotoday.id - Oktober 20, 2021
Proyek SMPN 3 Sanggar Masukan Kayu Bekas dan Lapuk, Kadisdikpora Bakal Panggil PPK Hingga Kontraktor
  

Infotoday.id, Bima- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Bima, Junaidin bakal memanggil seluruh pihak terkait berkaitan dengan proyek rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal dengan tingkat kerusakan sedang beserta perabotnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN) Sanggar, Rabu (20/10/2021)

“Saya belum bisa memberikan stetmen terkait masalah itu. Saya harus memanggil PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Konsultan Pengawasnya dan Kontraktornya. Bagaimana pertanggung jawabannya, tentu saya belum bisa berpendapat. Karena saya belum melihat, bagaimana dengan RAB nya, saya belum mengetahui. “Kata Junaidi ketika dikonfirmasi Infotoday.id

Sementara disinggung mengenai kondisi kayu yang udah lapuk dan termakan usia, Kepala Disdikpora Kabupaten Bima tersebut belum bisa memberikan penilaian, pasalnya dirinya belum mendapatkan laporan dari bawahannya.

“Mohon minta waktu untuk kami cek.” Ujar Junaidi

Sebelumnya diberitakan rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal dengan tingkat kerusakan sedang beserta perabotnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN) Sanggar, Kabupaten Bima menyimpan tanda tanya, pasalnya Kontraktor pelaksana dari CV. Pejuang yang beralamat di Jalan Kepiting Meelayu RT 05/02, Kota Bima memasukan kayu bekas yang sudah rapuh, Rabu (20/10/2021)

Baca Berita Infotoday.id   Akun Facebook Aba Muluk Diduga Penyebar Berita Hoaxs Ternyata Seorang Guru Di Kecamatan Kilo

Berdasarkan pantauan awak media ini dilokasi pekerjaan yang berada di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar tersebut, kayu-kayu Reng bongkaran yang sudah lapuk kembali dimasukan oleh pekerja

Sebanyak lima ruangan yang terdiri dari ruangan guru, perpustakaan, aula dan ruang belajar siswa nyaris tidak ditemukan kayu Reng yang baru, melainkan kayu-kayu Reng  bekas

Irawan selaku Kontraktor Pelaksana dari CV. Pejuang yang dikonfirmasi terkait dengan penggunaan kayu Reng bekas dan Lapuk tersebut hanya menjelaskan bahwa dirinya merupakan seorang kontraktor lokal yang memiliki keahlian

Baca Berita Infotoday.id   Gubernur Ansar Menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Kepada ASN Berprestasi

“Bos, Saya ini basic nya teknik sipil dan punya kualifikasi SKA Ahli Madya Manajemen Konstruksi.Jadi saya tau spek dan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam RAB. Saran saya, kalau bos belum pegang detail RAB dan baca spektek nya, sebaiknya ajak saya diskusi biar kita sama persepsinya.”jelas Irawan

Bahkan dengan bangganya Irawan  menyebutkan bahwa dirinya merupakan kontraktor lokal yang berasal dari Desa Kore

“Saya orang lokal, asli Kore. Saya orangnya wellcome (terbuka) kalau bahas soal kerjaan. Siapa tau kita bisa sharing (diskusi).”jelas Irawan

Untuk diketahui proyek rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal dengan tingkat kerusakan sedang beserta perabotnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN) Sanggar, Kabupaten Bima tersebut menghabisnkan anggaran Rp. 369. 986.728,55 dengan nomor kontrak 055/028.T/01.1/PPK/DAK.SMP/Kontrak/2021 tertanggal 23 Agustus 2021 dengan waktu pelaksanaan seratus dua puluh hari. (Suaib)

Tinggalkan Komentar