Infotoday.id, Bintan – Aktivis lingkungan sekaligus fotografer Indonesia, Regina Safri, angkat bicara terkait maraknya aktivitas tambang pasir ilegal di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup manusia.
“Intinya, ketika kita merusak alam, itu sama saja dengan kita menghancurkan kehidupan. Semua harus dilihat, dihitung, dan dipikirkan dampaknya,” ujar Regina kepada Infotoday.id, Kamis (4/12) malam.
Menurut Regina, setiap aktivitas eksploitasi alam harus mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar kerusakan yang terjadi tidak berujung pada bencana.
“Ada yang namanya daya dukung dan daya tampung. Jangan sampai karena kelakuan kita, itu justru menjadi bahaya bagi orang lain, bahkan bagi keluarga sendiri,” tegasnya.
Perempuan yang akrab disapa Rere itu juga mendorong agar pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi turut melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Pemerintah harus menemani masyarakatnya, ajak berdialog, beri pemahaman baik-baik soal dampaknya, dan carikan solusi untuk alternatif mata pencaharian. Masyarakat juga butuh makan,” katanya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Tanamkan kepada masyarakat, kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” pungkasnya. (Day)
