Infotoday.id, Batam – Akhir-akhir ini Bea Cukai Batam memperkuat pengawasan di jalur laut dan pelabuhan. Marak pemberitaan terkait penyeludupan dan pengiriman barang yang tidak dilengkapi Dokumen.
Hal itu ini tentu membuat Bea Cukai Batam bekerja ekstra dalam pengawasan, bahkan pihak TNI dari Kodim 0316/Batam ikut menggrebek Pelabuhan Sage dan mengamankan puluhan Ton Sembako tanpa Dokumen.
Dengan maraknya pengiriman barang tanpa dokumen ini, Bea Cukai Batam belum pernah menggagalkan penyeludupan Durian Musang King. Diketahui, Durian Musang King ini berasal dari Malaysia dan dikirim langsung ke Batam.
Dari informasi yang didapat infotoday, Kuota Durian untuk Batam belum ada, namun terlihat di Batam banyak pedagang Durian Musang King, bahkan dijual melalui online di Media Sosial.
Terkait hal ini, Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan mengatakan, Bea Cukai Batam dan pihak terkait kurang pengawasan dan terindikasi tebang pilih.
“Saya menilai, Bea Cukai Batam tebang pilih dalam penindakan, seakan main mata dengan pemain penyeludupan, kita ketahui di Batam sangat banyak barang seludupan, bukan hanya Balpres, Sembako dan Elektronik, Buah-buahan juga banyak yang diselundupkan, seperti Durian Musang King,” ujar Ismail.
Katanya, Durian Musang King di Batam marak dijual, bahkan laris manis, dengan harga diatas Rp. 180.000/Kg jadi incaran warga. Terlihat juga di Daerah Nagoya dan Pertokohan Plam Spring Batam Centre.
“Yang jadi pertanyaan, kenapa Durian ini bebas dijual, padahal Kuota Durian tidak dikeluarkan, ada apa dengan Bea Cukai Batam ?. Kenapa hal ini tidak ditindak dan kenapa bisa masuk ke Batam ?, Bea Cukai seakan bermain dibalik pengiriman Durian Musang King ini,” tegas Ismail.
Ismail meminta kepada Bea Cukai Batam dan pihak terkait, penindakan dan pengawasan jangan tebang pilih, agar hukum berlaku secara adil. (Ind).












