Infotoday.id, Tanjungpinang – Peredaran rokok ilegal merek PSG kian meresahkan di Kota Tanjungpinang. Rokok tanpa pita cukai tersebut dengan mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota, memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan oknum pemasok yang melancarkan distribusi dari Batam ke Tanjungpinang.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, rokok PSG terbilang “tidak pernah putus” pasokannya di Tanjungpinang. Kondisi ini dinilai janggal jika dibandingkan dengan merek rokok murah lainnya yang kerap hilang dari peredaran.
“Rokok PSG ini tak pernah putus di Tanjungpinang. Artinya, penglasirnya sangat mudah memasukkan rokok ini ke sini,” ungkap sumber tersebut kepada Infotoday.id, Minggu (4/1) malam.
Menurut sumber, kelancaran distribusi rokok ilegal ini mengindikasikan lemahnya pengawasan di jalur masuk, khususnya di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Tanjungpinang.
Ia pun mempertanyakan peran dan fungsi pengawasan Bea dan Cukai setempat.
Bea Cukai Tanjungpinang didesak untuk memperketat pengawasan di setiap pelabuhan, mengingat Tanjungpinang merupakan daerah kepulauan dengan banyak pintu masuk laut yang rawan disalahgunakan.
Lebih lanjut, modus yang digunakan diduga dengan memanfaatkan pemain perorangan. Para pembawa rokok disebut hanya membawa beberapa slop dalam sekali perjalanan agar tidak mencurigakan.
“Bisa saja pemain perorangan. Mereka membawa rokok berslop-slop dari Batam dalam jumlah tertentu supaya tidak terdeteksi,” jelasnya.
Namun demikian, sumber juga menyinggung kemungkinan keterlibatan oknum tertentu yang membuat rokok ilegal ini dengan mudah lolos ke Tanjungpinang.
Ia menilai, masyarakat awam cenderung tidak berani mengambil risiko membawa rokok ilegal lintas daerah karena ancaman hukum yang berat.
“Kalau orang biasa, saya rasa tidak berani membawa rokok ilegal dari Batam ke Tanjungpinang. Keuntungannya besar, tapi risikonya juga besar,” katanya.
Bisnis rokok ilegal dinilai sangat menggiurkan karena margin keuntungannya tinggi dan tidak dibebani cukai. Oleh karena itu, sumber berharap perhatian serius dari pemerintah pusat.
Ia bahkan meminta Menteri Keuangan RI turun langsung ke Kepulauan Riau untuk memantau dan menindak tegas peredaran rokok ilegal yang diduga banyak berasal dari Batam.
“Kami berharap Menteri Keuangan bisa datang ke Kepri untuk melihat langsung maraknya bisnis rokok ilegal ini,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, saat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan inspeksi ke Batam, para penjual rokok ilegal sempat merasakan dampaknya. Namun pengawasan tersebut dinilai belum berkelanjutan.
Masyarakat kini berharap Dirjen Bea dan Cukai kembali turun langsung ke Kepulauan Riau agar peredaran rokok ilegal, khususnya merek PSG, dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. (Day)












