Soal Kasus Oknum ASN Disperdagin Tanjungpinang, Marketing BPR Diperiksa Polisi

INFOTODAY.ID - Juli 18, 2022
Soal Kasus Oknum ASN Disperdagin Tanjungpinang, Marketing BPR Diperiksa Polisi
ASN Disdagin Kota Tanjungpinang, Amrizal saat di amankan Satreskrim Polresta Tanjungpinang  

Infotoday.id, Tanjungpinang – Kasus pemalsuan tanda tangan surat persetujuan istri untuk mengajukan pinjaman yang diajukan oleh nasabah Direktur PD BPR Bestari Kota Tanjungpinang yang menyeret oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) setempat, membuat marketing di bank itu ikut turut diperiksa.

Direktur Utama PD BPR Bestari Kota Tanjungpinang, Elfin Yudista, dikonfirmasi terkait persoalan tersebut mengaku pihaknya merupakan korban dari pemalsuan surat persetujuan istri dari ASN Pemko Tanjungpinang tersebut.

“Oh iya, itu nanti sama marketing aja. Karena kami pun susah juga mau memberikan tanggapan. Sebenarnya kita (BPR,-red) juga korban,” jelas Yudi, Sabtu (16/7).

Disinggung mengenai prinsip kehati-hatian dunia perbankan, Yudi mengaku pihaknya telah menjalan hal tersebut.

“Prinsip kehati-hatian telah kami jalankan semua, kan ada semua surat pernyataan dari suaminya, dan itu bukan sekali dua kali, maksud saya itukan potong gaji dari bendahara. Jadi dia (nasabah) telah melengkapi surat-surat semua. Jadi kita tidak ini, lagi pula kita kemarin sudah dipanggil juga marketingnya. Mas hari Senin ke kantor saja, sama marketing aja,” jelas Yudi.

Sebelumnya diberitakan, oknum ASN Disperdagin Tanjungpinang Ditangkap Polisi.

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Tanjungpinang diduga memalsukan tanda tangan istrinya untuk proses meminjam uang ke bank itu.

Akibat perbuatannya tersebut, oknum ASN yang diketahui bernama Amrizal tersebut akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polresta Tanjungpinang oleh istrinya sendiri.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, melalui Kasat Reskrim AKP Awal Sya’ban Harahap dikonfirmasi Infotoday.id membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Awal, pelaku diduga memalsukan tanda tangan surat persetujuan istrinya untuk keperluan pinjaman di BPR.

“Kejadian ini terjadi pada tahun 2021 lalu. Kasus bermula ketika pelapor yang merupakan istri terlapor mendatangi kantor tempat terlapor bekerja guna meminta pertanggung jawaban. Karena, memang beberapa tahun terlapor ini tidak menafkahi istrinya,” jelasnya, Sabtu (16/7).

Setibanya di Kantor Disperdagin Kota Tanjungpinang, korban langsung menjumpai terlapor dan membuka laci meja kerja suaminya tersebut.

Setelah membuka laci meja tersebut, pelapor menemukan buku tabungan atas nama suaminya dengan tulisan Rp30 juta dengan keterangan cair CRD Amrizal.

“Mengetahui adanya dana sebesar Rp30 juta dari BPR tersebut, pelapor mendatangi kantor bank tersebut dan mengetahui jika suaminya telah mengajukan pinjaman sebesar Rp30 juta pada Februari 2021 lalu dengan melampirkan surat persetujuan istrinya,” ungkap Kasat.

Pelapor merasa tidak pernah membuat surat persetujuan tersebut. Sehingga membuat laporan polisi di Polresta Tanjungpinang.

Amrizal diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan surat. Hal tersebut berdasarkan hasil keterangan dari sejumlah saksi dan barang bukti.

“Pelaku telah diamankan dan saat ini di Mapolresta Tanjungpinang guna proses penyidikan lebih lanjut,” tutup Kasat Reskrim.

(suaib)

Tinggalkan Komentar



Iklan

Close Ads X