Tanjungpinang, INFOTODAY.id – Musibah pohon tumbang yang terjadi di Jalan Gatot Subroto Km 5 Bawah, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu, tidak hanya menyisakan trauma bagi korban, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi mereka. Salah seorang korban, Ujang (55), mengalami cedera pada bagian tangan setelah tertimpa material dahan pohon, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat bekerja mencari nafkah.

Selain mengalami luka, sepeda motor yang biasa digunakannya untuk beraktivitas sehari-hari juga mengalami kerusakan cukup parah. Seluruh biaya pengobatan maupun perbaikan kendaraan harus ditanggung sendiri tanpa adanya bantuan finansial.
Ujang mengaku hingga kini kondisi tangannya mulai berangsur membaik meski rasa nyeri masih dirasakan. Akibat cedera tersebut, ia memilih beristirahat di rumah sambil menunggu kondisinya pulih sepenuhnya.
“Tangan saya kemarin memang agak parah, tapi sudah saya obati. Hari ini sudah agak berkurang, hanya saja masih terasa nyeri,” ujar Ujang, di temui awak media, Rabu (22/7)
Meski tengah menghadapi musibah, ia mengaku tetap bersyukur karena masih diberi keselamatan.
“Dengan adanya musibah ini saya tetap bersyukur, masih diberikan kesehatan. Kejadiannya begitu cepat, tidak bisa saya hindari,” katanya.
Ia berharap kondisinya segera pulih agar dapat kembali bekerja seperti biasa.
“Sekarang saya coba pelan-pelan dulu. Kalau sudah sembuh total baru saya bekerja lagi. Selama tidak bekerja tentu tidak ada penghasilan. Untuk makan ya apa adanya. Saya juga tidak minta apa-apa karena saya anggap ini memang musibah alam,” ungkapnya.
Melihat kondisi korban, Bhabinkamtibmas Kampung Bulang, Aiptu Chandra Vieri, tergerak untuk memberikan bantuan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaannya, ia secara sukarela membantu mengantarkan sepeda motor milik Ujang ke bengkel agar segera diperbaiki.
Aitu Chandra mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan kepada warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Saat mendapat laporan dari warga, kami langsung turun ke lapangan. Kami mengetahui korban sedang mendapat musibah. Tangannya cedera hingga tidak bisa bekerja mencari nafkah, ditambah lagi motornya rusak berat,” ujar Aiptu Chandra.
Menurutnya, membantu mengantarkan sepeda motor korban ke bengkel merupakan bentuk kepedulian agar setelah kondisi korban pulih, agar kendaraan tersebut sudah dapat digunakan kembali untuk mencari nafkah.
“Sebagai Bhabinkamtibmas, sudah menjadi kewajiban kami hadir membantu warga. Inisiatif membawa motor korban ke bengkel ini adalah bentuk kepedulian kami, sehingga setelah sembuh nanti korban bisa kembali beraktivitas tanpa terkendala kendaraannya yang rusak,” tutupnya. (Day)










