BatamHeadlineKepriTerkiniTrend

Warga Teluk Mata Ikan dan PT CCIP–PT Sri Indah Sepakati Sejumlah Poin Penting, Tenaga Kerja Lokal hingga Penanganan Dampak Lingkungan

×

Warga Teluk Mata Ikan dan PT CCIP–PT Sri Indah Sepakati Sejumlah Poin Penting, Tenaga Kerja Lokal hingga Penanganan Dampak Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Bintan, INFOTODAY.id – Masyarakat Teluk Mata Ikan RW 07 menggelar pertemuan dengan pihak PT CCIP dan PT Sri Indah pada Rabu (15/4/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang berkaitan dengan tenaga kerja lokal, perbaikan infrastruktur jalan, pengendalian dampak lingkungan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialog tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta agar perusahaan lebih mengutamakan warga setempat dalam berbagai pekerjaan yang tersedia, baik melalui subkontraktor maupun pekerjaan konstruksi.

Beberapa bidang pekerjaan yang diharapkan dapat melibatkan tenaga kerja lokal di antaranya petugas keamanan (security), pengemudi (driver), perawatan (maintenance), dan helper.

Selain tenaga kerja, persoalan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian warga. Berdasarkan hasil pertemuan, pihak kontraktor akan membuat jalan sendiri untuk mendukung aktivitas proyek. Perusahaan juga berkomitmen melakukan pengecoran serta perbaikan jalan yang terdampak aktivitas proyek, khususnya di kawasan Tanah Merah, sebelum proyek selesai dilaksanakan.

Pengerjaan jalan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026. Selain itu, jembatan yang digunakan untuk akses kendaraan proyek akan diperkuat dengan lapisan cor baru agar mampu menahan beban kendaraan berat seperti truk trailer.

Untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, PT CCIP juga menyatakan akan memberikan tindakan dan sanksi terhadap kendaraan maupun pengemudi perusahaan yang terbukti melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan di lingkungan permukiman warga.

Tidak hanya itu, perusahaan berencana memasang rambu-rambu lalu lintas, polisi tidur, dan penerangan jalan pada ruas jalan semenisasi yang menjadi jalur aktivitas kendaraan proyek.

Dalam aspek lingkungan, masyarakat menekankan pentingnya pengendalian lumpur agar tidak mencemari laut maupun masuk ke kawasan permukiman warga.

Pihak perusahaan menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Sri Indah terkait langkah-langkah pengendalian dampak lingkungan tersebut. Apabila terjadi limpasan lumpur yang berdampak terhadap rumah warga maupun lingkungan sekitar, perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab dan melakukan penanganan serta pencegahan terhadap dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, perbaikan saluran drainase dan parit juga menjadi bagian dari hasil kesepakatan. Parit atau got di sejumlah titik yang berada dekat permukiman warga dan kawasan Pantai Kemo diminta segera diperbaiki.

Sementara itu, saluran drainase di kawasan Pantai Ujung juga diminta segera diperbaiki agar tidak semakin melebar dan menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari. Tanggung jawab tersebut turut menjadi perhatian pengelola tambang pasir yang beroperasi di kawasan tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PT CCIP juga menyatakan komitmennya untuk menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat Teluk Mata Ikan RW 07. Program tersebut ditegaskan akan diberikan untuk kepentingan masyarakat secara umum dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Salah seorang perwakilan masyarakat, Dani, mengatakan bahwa warga berharap seluruh poin yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan perusahaan.

“Pertemuan ini merupakan bentuk komunikasi yang baik antara masyarakat dan perusahaan. Kami berharap semua kesepakatan yang sudah dibuat dapat dijalankan dengan baik, mulai dari tenaga kerja lokal, perbaikan jalan, hingga penanganan dampak lingkungan,” ujar Dani.

Menurutnya, masyarakat mendukung investasi dan pembangunan yang berlangsung di wilayah Teluk Mata Ikan selama tetap memperhatikan kepentingan warga dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami ingin investasi berjalan baik, tetapi masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Yang paling penting, perusahaan dapat memenuhi komitmen yang telah disampaikan dalam pertemuan ini,” tambahnya.

Selain itu, ia berharap hasil kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan warga.

“Sehingga aktivitas usaha dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Day)