HeadlineKepriTanjungpinangTerkiniTrend

Wali Murid Keluhkan Menu MBG di SMPN 7 Tanjungpinang

×

Wali Murid Keluhkan Menu MBG di SMPN 7 Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Foto: Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SMP Negeri 7 Tanjungpinang hari ini berupa roti kemasan, telur rebus, kacang, dan satu buah jeruk, Senin (15/12).

Infotoday.id, Tanjungpinang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMP Negeri 7 Tanjungpinang menuai keluhan dari sejumlah wali murid.

Selama sepekan terakhir, menu makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak seperti biasanya dan dianggap kurang memenuhi kelayakan gizi.

Wali murid menyebutkan, menu MBG yang diterima peserta didik tidak lagi terdiri dari makanan lengkap. Tidak terdapat nasi, sayur, dan lauk pauk, melainkan hanya berupa makanan kering seperti roti, kacang, telur rebus, buah, dan terkadang ditambah biskuit.

“Kalau tiap hari anak-anak kita makan telur rebus, saya rasa kurang bagus juga. Apalagi temannya telur itu roti, kadang bubur kacang hijau, bubur pulut hitam. Ini perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah sebagai penerima manfaat dan juga SPPG sebagai penyalur, karena menurut kami sebagai orang tua siswa menu tersebut kurang layak,” ujar salah seorang wali murid SMPN 7 Tanjungpinang kepada Infotoday.id, Senin (15/12).

Meski demikian, para wali murid tetap menyampaikan rasa syukur atas program MBG yang dicanangkan pemerintah. Namun, kekecewaan karena menu yang disajikan dinilai monoton, kurang variasi, dan nilai gizinya patut dipertanyakan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program MBG ini. Tapi kami agak kecewa dengan SPPG yang menyajikan menu yang itu-itu saja, kurang kreatif, dan nilai gizinya perlu dipertimbangkan kembali,” tambahnya.

Ia juga membandingkan dengan pelaksanaan MBG di sejumlah daerah lain yang banyak ditampilkan di media sosial. Di daerah tersebut, SPPG mampu menyajikan menu yang lebih menarik, variatif, dan terlihat layak, meskipun dengan anggaran terbatas namun tetap memenuhi standar kebutuhan gizi.

“Kita lihat di media sosial, banyak SPPG yang menyajikan menu menarik dan kelihatannya berkelas, tapi tetap dengan biaya murah dan memenuhi standar gizi. Ini seharusnya bisa menjadi contoh,” ucapnya.

Para wali murid berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi terhadap penyediaan menu MBG di SMPN 7 Tanjungpinang agar tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik, benar-benar dapat dirasakan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Tanjungpinang belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan terkait keluhan tersebut. (Day)